Sepotong Pagi Untuk Tuan Januario
Tak ada yang lebih menegangkan dari suasana pagi untuk seorang mestisso yang baru saja terkena efek dari kebanyakan kopi di malam sebelumnya. Di antara perasaan bahwa semua hal di saat itu adalah sesuatu yang baru, dan sekaligus kesadaran bahwa remeh temeh kenangan yang menjemukan dan melekat masih selalu ada, di keadaan seperti itulah Ia mencoba menjawab sebuah pertanyaan. Kenapa? Satu pertanyaan untuk apa saja. Menurutnya dia boleh bertanya seperti itu dan tak ada yang melarangnya sampai sejauh ini. Tak ada yang melarang. Sungguh. Bahkan seperti sakit kepala yang datang merayapinya pelan-pelan seperti sekarang ini. Dan di dalam pikirannya Ia hanya berpikir, mendecit kesakitan. " Ah, Alberta, seharusnya kau tidak menggodaku waktu itu". Pikiran tentang perempuan itu membuatnya merasa menjadi seorang petani yang sedang akan panen besar di kebun yang sarat dengan buah-buahan yang matang menggantung. Seandainya Ia bisa mengubah batu-batu di pekarangannya menjadi roti, Ia tak...