MANUEL TAHU BESOK KIAMAT
Siang tengah segar-segarnya menjenguk penduduk kota seperti penjual es krim yang lewat di depan sekolah saat murid-murid sedang keluar main. Manuel da Gomez sedang mendengar radio sambil menunggu satu-satunya celana Jins miliknya kering di jemuran. Di saat itulah sosok itu datang kepadanya. Sosok dengan pakaian seperti pakaian kerja yang berkantong di sana-sini, bersepatu yang membuatnya terlihat mantap dan pasti saat bergerak dan memiliki wajah yang tegas sepasti kolom-kolom kategori dalam formulir-formulir administrasi pemerintahan. “ Senor da Gomez, Selamat siang, salam sejahtera…“ Ia mengucapkan beberapa lagi salam pembuka yang sangat banyak, ada juga dalam bahasa yang Manuel tak pahami satu katapun, butuh lebih dari 10 menit untuk salam pembuka itu. “ Saya langsung saja, saya juru kabar” Ia menunjukkan semecam surat perintah, dan jarinya menunjuk ke salah satu logo di bajunya. Ada banyak logo dan simbol-simbol di pakaiannya. “ Bukannya yang biasa jadi juru kabar itu ma...