Posts

Showing posts from September, 2024

MANUEL TAHU BESOK KIAMAT

Siang tengah segar-segarnya menjenguk penduduk kota seperti penjual es krim yang lewat di depan sekolah saat murid-murid sedang keluar main. Manuel da Gomez sedang mendengar radio sambil menunggu satu-satunya celana Jins miliknya kering di jemuran. Di saat itulah sosok itu datang kepadanya. Sosok dengan pakaian seperti pakaian kerja yang berkantong di sana-sini, bersepatu yang membuatnya terlihat mantap dan pasti saat bergerak dan memiliki wajah yang tegas sepasti kolom-kolom kategori dalam formulir-formulir administrasi pemerintahan. “ Senor da Gomez, Selamat siang, salam sejahtera…“ Ia mengucapkan beberapa lagi salam pembuka yang sangat banyak,   ada juga dalam bahasa yang Manuel tak pahami satu katapun, butuh lebih dari 10 menit untuk salam pembuka itu. “ Saya langsung saja, saya juru kabar” Ia menunjukkan semecam surat perintah, dan jarinya menunjuk ke salah satu logo di bajunya. Ada banyak logo dan simbol-simbol di pakaiannya. “ Bukannya yang biasa jadi juru kabar itu ma...

Tulisan-Tulisan Tak Terbaca

Bagian Satu : Andai dari Tanah Tak Tumbuh Tanaman Pohon itu besar sekali. Dan sampai kapanpun ingatan Santiago tentang pohon itu adalah soal kebesarannya. Di hari naas itu, di bawah teduh pohon itu dia mendapatkan berita tentang kematian keluarganya di rumah sakit. Sebuah penyakit datang ke kota seperti hujan beracun yang turun tengah malam dan menghabiskan hampir lebih dari separuh penduduk ketika sore keesokannya tiba. Penyakit yang kemudian dengan senyap berjaga-jaga di sudut kota dan senantiasa siap menelan korban. Konon mereka yang mau selamat melarikan diri ke hutan-hutan. Di bawah pohon itulah Santiago merasa kesedihan dan kebencian sekaligus. Kesakitan dengan rasa dirampas yang dalam. Gabungan perasaan itu yang membuatnya mulai mengutuk segalanya. Mulai dari penyakit jahanam itu, dirinya dan semua ketidakmampuannya, lalu hampir apapun termasuk pohon yang di bawah teduhnya ia tengah bernaung. Kata-katanya basah  oleh air matanya sendiri, bercampur ingus dan air liurnya. ...