Posts

Showing posts from 2025

Di Ujung Tahun

  Di dalam tas kanvas hijau tua bergaya militer itu, ahh... tas yang sudah belasan tahun menemani hari-harinya, dulu waktu membelinya di pasar loak ia juga ditawarkan tas lain yang sedikit lebih besar dan masih belepotan lumpur, namun ia memilih yang satu ini, yang sekarang di dalamnya ia jejalkan buku-buku dan barang lainnya. Kumpulan cerpen lama, komik-komik tua, buku sketsa, binder kecil dan tas alat tulis berisi peralatan gambar dan kerja.   Kos-kosan sedang sepi. Semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing di dalam kamar. Kebanyakan pintu tertutup. Nanti agak siang, baru mulai ada yang hilir mudik,   duduk-duduk di kursi dan meja di taman berbentuk bundar di tengah bangunan kos yang berapa kalipun dibersihkan akan selalu penuh dengan sampah plastik pembungkus makanan instan, botol plastik, dan bungkusan rokok. Bila ada yang punya duit lebih, mereka pesta kecil di situ. Minum-minum dan bakar ikan atau ayam. Bernyanyi-nyanyi sampai pagi, sampai ada yang...

Arsip

Kopi panas dengan aromanya yang kuat, hal paling baik untuk suasana seperti ini , menemani pembicaraanku dengan Leo. Kami duduk di luar tenda. Roti sedang dipanggang. Tidurku masih saja tidak pulas, padahal itu sebenarnya yang ingin kuperbaiki dengan berkemah seperti ini. Dini hari, dan udara terasa lembut. Suara arus sungai mengalir seperti pencerita yang dengan sabar membagi-bagi kisahnya. Selalu tak ragu untuk kembali. Udara di luar tenda entah kenapa menjadi lebih hangat. Kami duduk menatap sungai. Pohon-pohon pisang bisu dalam deretannya yang memenuhi pinggir sungai membiarkan pikiran yang bebas berkelana di dalam gelap bayangannya. “Apa yang dilakukan para pendosa saat natal?” Tanyaku. Tidak untuk Leo. Hanya sekedar berseloroh, dan dia tahu itu. “Kau cium bau melati hutan itu?” Leo menatap ke arah jembatan. Ada beberapa tenda juga di sana, dan nyala api ujung rokok para pemancing berayun-ayun malas. “Bawa surat-surat itu kemari, dan kita baca-baca lagi” Leo masuk ke ten...

Di Bawah Sorotan Lampu

  “Di masa depan setiap orang akan terkenal selama 15 menit” Andy Warhol   Dalam beberapa tahun terakhir seni rupa di Kupang punya sejumlah kegiatan rutin. Di tahun ini,diadakan pameran BAKUMPUL pada 30 Mei hingga 1 Juni yang lalu, dan satu lagi yang rutin dalam artian sebagai bagian dari program-program berkala oleh pelaksananya (UPTD Taman Budaya Gerson Poyk NTT), yaitu Pameran Seni Rupa Sedaratan Timor di Atambua “Halo La No Kotan, Halo La No Ladik” (Tetun Terik : melebur batas) pada 21-23 Mei. Tentu saja, disamping pameran seni rupa lainnya yang mulai marak di Kupang. Dua pameran yang membuat para senimannya cukup sibuk. Hampir sebagian besar seniman dalam kedua kegiatan itu merupakan para pegiat seni dari lingkaran yang sama, yang di dalamnya dapat ditemui komunitas perupa Kapur Sirih, beberapa komunitas lain dan juga seniman-seniman perorangan. Untuk BAKUMPUL, pameran ini merupakan acara tahunan yang dimulai sejak Kupang bergabung dalam semangat Indonesia Menggam...